hadist qurban

hadist qurban

Tanpa terasa beberapa hari kedepan kita akan merayakan salah satu hari besar ummat Islam yaitu Hari Raya Idul Adha 1434 H
Banyak sekali yang menyerukan tentang hukum dan keutamaan berqurban, baik dalam bentuk artikel maupun pada saat khutbah jumat
Namun sedikit sekali yang membahas tentang syarat dan tata cara yang baik dalam memilih hewan qurban
Pada artikel kali ini sy akan mencoba lebih banyak membahas mengenai hal tersebut, walaupun sy juga akan sedikit membahas mengenai keutamaan berqurban
Semoga bisa bermanfaat bagi yang membacanya
Aamiin

Dari Abu Hurairah ra
, Rasulullah saw bersabda: “Barangsiapa yang memiliki kemampuan berkurban, tetapi tidak mau berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalatku”
(HR
Ahmad dan Ibnu Majah)

Penjelasan singkat mengenai hadist diatas adalah seorang muslim yang memiliki kemampuan (harta) untuk berqurban, namun dia tidak mau berqurban maka Rasulullah saw
melarangnya untuk memasuki bahkan mendekati tempat shalat (masjid atau mushala)
Namun, ada beberapa ulama lain yang mengatakan bahwa “janganlah ia mendekati tempat shalatku” berarti dia bukan termasuk umat Muhammad saw lagi
Beberapa ulama boleh berpendapat berbeda-beda mengenai penafsiran hadist tersebut, namun garis besar yang perlu diambil dari kandungan hadist diatas adalah seorang muslim yang memiliki harta berkecukupan hendaknya menghilangkan sifat kikir atau pelit, dengan cara berqurban sebagai sarana berbagi kepada saudara-saudara sesama muslim yang kurang mampu
Qurban merupakan salah satu amalan yang dilakukan Rasulullah saw ketika menjadi Rasul, maka apabila kita tidak melakukannya padahal kita mampu apakah pantas kita disebut umat Muhammad saw??

Dari Barra putera ‘Azib ra
, ia berkata: “Rasulullah saw
Berdiri didepan kami sambil bersabda: “Empat hal yang tidak boleh disembelih qurban, yaitu: “Kambing (binatang) yang matanya buta sebelah, yang sakit, yang pincang, dan yang sudah tua yang sudah tidak ada sumsumnya”
(HR
Imam Ahmad dan Imam Empat)

Dari Ali, ra
, ia berkata: Rasulullah saw
menyuruh kami agar memeriksa dulu binatang kambing yang akan dijadikan qurban itu, dari segi matanya dan telinganya
Jangan menyembelih qurban dengan sembelihan yang buta matanya sebelah, telinga sebelah, dan kurus di belakang punggungnya, dan yang dibohongi kedua telinganya serta yang sudah ompong”
(HR
Imam Ahmad dan Imam Empat)

Dari Jabir, ra
, ia berkata: “Bersabda Rasulullah saw
: “Janganlah kamu sembelih binatang Qurban, kecuali yang sudah mencapai umur
Bila memang sukar untuk mencarinya, maka boleh dengan menyembelih yang masih muda”
(HR
Imam Muslim)

Dalam beberapa hadist diatas Rasulullah saw menjelaskan mengenai syarat-syarat hewan yang akan dijadikan hewan qurban, yaitu tidak cacat (baik mata, telinga, maupun kakinya), tidak sakit (sehat), tidak kurus, sudah cukup umur (dewasa) dan tidak terlalu tua
Namun khusus untuk syarat yang ke-4, yaitu hewan qurban harus sudah dewasa, diberi pengecualian boleh menyembelih yang masih muda apabila memang sulit mencari hewan yang sudah cukup umurnya
Hewan qurban dikatakan telah cukup umurnya apabila sudah mencapai dewasa tubuh, pada domba atau kambing yaitu pada umur ±12 bulan
Domba atau kambing yang telah berumur ±12 bulan dapat diketahui dengan melihat gigi seri bagian bawahnya
Apabila 2 gigi susu depannya telah tanggal dan berganti menjadi gigi tetap maka dapat diperkirakan umur domba tersebut berkisar antara 1-2 tahun dan telah mencapai dewasa tubuh
image001

hadist tentang qurban (1)

Syarat pertama yaitu hewan qurban tidak cacat
Tidak cacat disini dapat diartikan bahwa hewan tersebut dapat memfungsikan tubuhnya secara normal, seperti mata dapat difungsikan secara normal untuk melihat, begitu juga telinga yang dapat digunakan untuk mendengar dengan baik
Untuk mengetahui apakah telinga dan mata calon hewan qurban tidak cacat, maka kita dapat melakukan tes sederhana sebagai berikut
Lakukan gerakan sederhana dengan menjentikan jari hingga terdengar bunyi pada telinga kanan dan kiri hewan qurban, apabila hewan tersebut meresponnya dengan baik maka telinganya dapat mendengar dengan normal, sebaliknya apabila salah satu atau kedua telinganya sama sekali tidak merespon bunyi yang kita buat maka kemungkinan telinganya tidak dapat mendengar
Untuk mengetes pengelihatannya hampir sama dengan tes yang pertama yaitu, dengan mendekatkan tangan kita secara mendadak ke arah mata kanan dan kiri hewan qurban, apabila hewan tersebut meresponnya dengan baik maka matanya dapat melihat dengan normal, sebaliknya apabila salah satu atau kedua matanya sama sekali tidak merespon gerakan kita maka kemungkinan matanya tidak dapat melihat atau buta
Pada umumnya ada dua sebab hewan ternak mengalami kebutaan, pertama karena cacat sejak lahir dan tidak dapat disembuhkan, yang kedua karena faktor luar atau eksternal seperti luka akibat tertusuk atau bisa juga karena penyakit mata yang lama tidak diobati sehingga menyebabkan munculnya selaput putih yang menutupi mata
Untuk yang terakhir ini merupakan kasus yang paling sering terjadi terutama pada peternak-peternak lokal, namun masih bisa disembuhkan dengan pengobatan secara berkelanjutan dan waktu yang cukup lama
Kaki hewan qurban dapat dikatakan normal apabila, kakinya tegak dan kuat, dapat digunakan untuk berjalan atau berlari dengan normal, tidak pincang, tidak membentuk huruf “O” atau membentuk huruf “X”

Adapun syarat kedua hewan qurban harus dalam keadaan sehat
Sehat disini berarti hewan tersebut tidak sedang terserang penyakit
Beberapa penyakit yang biasa menderita ternak domba, kambing atau sapi adalah:
1
kembung (bloat), perut membengkak dan akan berbunyi seperti drum apabila dipukul
Bisa menyebabkan kematian bila tidak segera diobati;
2
orf, keropeng disekitar mulut
Penyakit yang sering terjadi pada ternak dan cepat menular;
3
kudis (scabies), keropeng di beberapa bagian tubuh dan biasanya diikuti dengan rontoknya bulu;
4
penyakit mata, mata membengkak dan mengeluarkan air
Apabila tidak diobati segera akan mengakibatkan kebutaan pada ternak;
5
penyakit mulut dan kuku (PMK), lidah, bibir dan dagu melepuh, kemudian dari mulut keluar air ludah yang bergantung membentuk benang, serta kulit disekitar kuku mengalami peradangan, termasuk kategori penyakit yang sangat berbahaya

Syarat yang ketiga yaitu hewan qurban tidak boleh kurus
Hewan yang kurus bisa disebabkan oleh 2 hal, bisa karena sakit atau kekurangan pakan
Secara kasat mata orang awam pun umumnya bisa mengetahui hewan tersebut kurus atau tidak dari penampilan fisiknya
Namun menutur ilmu peternakan ada cara lain yang sederhana untuk mengetahui apakah ternak tersebut kurus atau tidak
Yaitu dengan cara meraba bagian tulang transversus-spinosus atau biasa disebut bagian pinggang

 

hadist tentang qurban (3) hadist tentang qurban (2) hadist tentang qurban (1)

Dengan meraba bagian transversus-spinosus, kita bisa mengetahui hewan ternak tersebut kurus atau gemuk dari massa lemak dan ototnya
Hal tersebut bisa dilakukan baik pada kambing, domba maupun sapi

image006

Gambaran ternak yang sangat kurus

image007
Gambaran ternak yang kurus

image008
Gambaran ternak yang agak kurus

image009
Gambaran ternak yang agak gemuk

image010
Gambaran ternak yang gemuk

Gambaran ternak yang sangat gemuk

Dari Jabir putera Abdullah, ra
, ia berlata: “Pada tahun Hudaibiyah aku berhari Raya Qurban dengan Rasulullah saw
, menyembelih qurban seekor unta untuk tujuh orang, dan sapi juga untuk tujuh orang”
(HR
Imam Muslim)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *